coba

Monday, 22 June 2015

Memasang Counter Flag pada Blog

  1. Kunjungi dulu alamatnya DISINI. (Perhatikan gambar di atas).
  2. Pada create your free counter isikan option-option untuk mengatur tampilan flag counter isikan option-option untuk mengatur tampilan flag counter dan sesuaikan dengan kondisi blog sobat :
    • maximum flag to show : jumlah bendara yang akan ditampilkan
    • columns of flag : jumlah kolom bendera
    • label on top of counter : nama dari counter flag
    • Background color : warna latar dari counter flag
    • text color : warna tulisan
    • Border color : warna garis tepi dari counter flag
    • show country flag : untuk menampilkan kode negara
    • show pageview : untuk menampilkan jumlah halaman yang dikunjungi
  3. Setelah mengatur tampilan counter flag akan terlihat preview pada example flag counter with your choices setelah tampilan sesuai dengan keinginan kita kemudian klik get your flag counter.
  4. Setelah itu copy code yang berada di Code for website Untuk di pastekan ke dashbor blog sobat.
  5. Login ke Acount Blog sobat Lalu pilih tata letak atau layout. Lalu pilih Elemen halaman atau Page element. Lalu klik tambah Gadget atau add Gadget, lalu pilih opsi HTML/JAVA SCRIPT setelah itu paste kode HTML Flag Counter yang anda dapatkan tadi. Klik OK dan Save. Jangan Lupa Atur Letaknya sesuai keinginan.
Sumber : Seowaps.com

Makalah konveksi tas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Sekarang ini banyak sekali berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sedang dirintis oleh sekelompok orang yang ingin mempunyai nilai lebih secara ekonomi. Pemerintah pun telah siap untuk membina bahkan membantu dalam segi dana bagi mereka yang memang ingin mengembangkan usahanya
Seperti halnya yang di desa undaan kidul terdapat usaha konveksi tas rumahan yang sedang digeluti oleh bapak agus beserta keluarga. Walaupun hanya tas sekolah saja yang sedang dijalankan namun usaha yang telah dirintis mulai tahun 2004 dengan mengontrak rumah untuk tempat tinggal dan usaha konveksi tas ini belum sepenuhnya mencapai kesuksesan, banyak sekali hambatan yang dialami. Dalam kurun waktu 5 tahun usaha yang baru dikembangkan ini akhirnya tidak mencapai hasil yang diinginkan dan semakin lama surut juga diawal tahun 2009. Hal ini disebabkan karena banyaknya persaingan didunia usaha konveksi tas dan modal yang tidak cukup banyak sehingga usaha ini akhirnya jatuh juga.
Setelah bertahun tahun mencoba usaha yang lain tetapi tidak juga berhasil mengembangkannya. Di tahun 2011 bapak agus dan keluarga mencoba kembali untuk memproduksi tas, namun yang diproduksi bukan tas sekolah lagi melainkan tas cewek. Berbagai cara telah diupayakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan usaha ini akhirnya megalami peningkatan dan pengembangan produksi.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan dibahas adalah :
1.      Pengertian konveksi?
2.      Mengapa memilih tas cewek?
3.      Bagaimana proses membuat tas cewek?
4.      Apa hambatan yang dialami pengusaha tas?




1.3 TUJUAN PENULISAN
Berhubungan dengan rumusan masalah yang dihadapi, maka makalah ini bertujuan :
1.      Mengetahui pengertian konveksi.
2.      Mengetahui mudah dan susahnya pembuatan tas cewek.
3.      Mengetahui proses pembuatan tas cewek.
4.      Mengetahui hambatan yang dialami pengusaha tas.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian konveksi
Tidak banyak yang tahu dari mana asalnya arti kata konveksi yang sebenarnya. Sebagian orang hanya mengartikan konveksi sebagai kegiatan proses produksi barang dalam skala besar namun tidak lebih besar daripada garment. Konveksi mempunyai skala di bawah 10 ribu per bulan sedangkan garment memilki skala di atas itu. Pakar Konveksi bukanlah konveksi dengan skala hingga mendekati garment. Pakar Konveksi tetap memegang teguh skala produksi kecil hanya demi menjaga kepercayaan konsumen kepada Pakar Konveksi. Namun Pakar Konveksi ingin berkembang menjadi garment jika Allah mengizinkan, karena Pakar Konveksi tidak takut terhadap pajak.
Kembali ke pokok pembahasan kita. Konveksi sebenarnya adalah kata Ilmiah dalam Ilmu Fisika. Konveksi ialah pergerakan molekul pada cairan, gas dan juga rheid. Konveksi tidak dapat terjadi pada benda padat karena pada benda padat hal ini disebut dengan difusi.Konveksi merupakan cara perpindahan panas dan juga massa utama. Perpindahan tersebut terjadi melalui difusi dan juga adveksi. Kata konveksi biasa digunakan untuk mengistilahkan media perpindahan panas.
Konveksi yang dalam istilah fisika lalu diadaptasi oleh garment untuk menciptakan istilah konveksi. Konveksi sendiri adalah istilah yang digunakan garment untuk memindahkan kontrak kerja yang mereka miliki kepada manufaktur-manufaktur skala kecil yang kemudian biasa disebut dengan konveksi.
Konveksi merupakan usaha mikro kecil dan menengah atau orang-orang juga sering menyebutnya industri rumahan. Pada usaha ini, tidak hanya baju yang dibuat oleh pelaku usaha konveksi tapi bermacam-macam. Contohnya : konveksi tas, topi, jaket, dan masih banyak yang lain. Pada umumnya, pengusaha konveksi mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar pada momen-momen tertentu saja, seperti menjelang lebaran, pilkada (membuat seragam partai). Dan pergantian tahun ajaran baru (membuat seragam sekolah). Konveksi adalah bagian dari garment atau industri rumahan yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs per bulannya.
2.2   Mudah dan susahnya pembuatan tas cewek
Pada dasarnya konveksi hampir sama saja proses pembuatan barang jadinya. Seperti pada konveksi tas, jaket, kaos dan masih banyak lagi yang lain. Mudah sulitnya barang yang dibuat tergantung model barang yang akan dibuat. Untuk pembuatan tas sendiri bapak agus dan keluarga mengungkapkan lebih mudah membuat tas cewek dari pada tas sekolah. Selain bahannya yang hampir sama, harga jual dari tas itu sendiri relatif lebih mahal dibandingkan dengan tas sekolah yang sudah pernah ditekuninya. Dengan modal produksi Rp.2.000.000,00 sampai RP.3.000.000,00 perminggunya bapak agus mendapat keuntungan sebanyak 30%.

2.3   Proses pembuatan tas cewek
Dalam pembuatan tas cewek ini prosesnya cukup mudah tidak terlalu sulit. Adapun hal-hal yang diperlukan meliputi :
·         Bahan : kain imitasi jenis ferari dan imitasi pasir, furing dan lem.
·         Alat : mesin jahit, pemotong kain, palu.
·         Aksesoris : resleting, ring, tali rantai
Pada proses pembuatan tas, kita harus membuat pola sesuai dengan model yang diinginkan kemudian kain dipotong menurut garis yang sudah dibuat menggunakan pemotong kain khusus. Setelah dipotong lalu dilem, kemudian ke proses penjahitan untuk merekatkan bagian yang dipotong sekaligus membentuk bagian demi bagian tas. Untuk proses selanjutnya ditempelkan aksesoris guna mempercantik tas sehingga menambah minat untuk membeli

2.4  Hambatan yang dialami pengusaha tas
Setiap usaha pasti ada hambatan yang akan dialami oleh para pemilik usaha tersebut. Pada usaha konveksi tas milik bapak agus dan keluarga ini juga mengalami beberapa hambatan, antara lain dalam segi bahan dan pemasaran.
Dalam mencari bahan bapak agus sedikit mengalami kesulitan karena bahan yang didapat belum tentu ada dalam satu tempat dan juga harga bahan yang relatif tidak murah semuanya. Agar tidak membebani biaya produksi maka bapak agus harus mencari tempat lain yang mempunyai harga bahan yang lebih murah dan kualitas bahan yang lebih bagus. Begitu juga dengan aksesoris yang didaerah Kudus tidak ada,dia harus mencari di kota lain, seperti di Semarang, Solo bahkan Jakarta.
Untuk tempat pemasaranpun bapak agus juga mengalami kesulitan, dia harus memikirkan pasar yang mau membeli barang jadi atau tas cewek ini dalam jumlah yang banyak. Sehingga keuntungan yang dia peroleh juga akan semakin banyak. Saat ini banyak agus hanya mempunyai 2 grosir yang mampu menampung dan membeli hasil produksi tasnya, yaitu di Grosir Solo dan didaerah Jawa Timur dengan cara dikirim sendiri menggunakan mobil pribadi. Hambatan itu pun semuanya bisa dilewati dengan ketelitian, keuletan dan kerja keras yang sesuai dengan hasil yang diperoleh.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada umumnya sangatlah membantu perekonomian rakyat dan juga menambah pemasukan daerah. Konveksi adalah bagian dari garment atau industri rumahan yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs per bulannya.
Untuk memulai usaha konveksi tas  ini memang dibutuhkan tekat yang kuat, keuletan dan kegigihan yang terus menerus sehingga dapat mendorong untuk terus mengembangkan usaha ini.
B.     SARAN
Sebagaimana kita telah ketahui dari pembahasan diatas, maka untuk memiliki usaha konveksi dibutuhkan bahan baku dengan harga yang murah dan kualitas yang bagus serta memiliki pasar yang cukup luas agar sesuai dengan hasil yang diharapkan.

makalah emping jagung

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan masyarakat dalam suatu wilayah, pada era otonomi daerah unit wilayah tersebut dapat berupa desa atau kelurahan. Agar UMKM tersebut dapat berjalan dengan baik, maka masyarakat harus mendapatkan umpan balik dari kegiatan produktif yang dilakukannya. Berkaitan dengan aktivitas ekonomi, umpan balik berarti peningkatan pendapatan atau memberikan nilai tambah. Sehingga merangsang kegiatan produktif yang dilakukan oleh masyarakat secara tradisional (secara terus menerus telah biasa mereka lakukan). Dengan demikian, kegiatan ekonomi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan bahkan diharapkan dapat meningkat secara bertahap.
Dari beberapa sudut pandang, UMKM dapat dikelompokkan menjadi beberapa kriteria usaha. Yaitu usaha yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal, usaha yang memiliki sifat UMKM di negara berkembang, seperti di Indonesia, sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi. Perkembangan UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap upaya-upaya penanggulangan masalah-masalah tersebut di atas.
Kegiatan ekonomi yang melibatkan UMKM di suatu wilayah sangat bervariasi, baik ditinjau dari jenis usaha yang dikembangkan, tenaga kerja yang terlibat, dan kemampuan permodalannya. Setiap komponen/anggota masyarakat harus secara aktif terlibat dan mengambil peran dalam gerakan pembangunan berdasarkan prinsip-prinsip keberdayaan diri sendiri. Dengan demikian setiap individu berhak dan wajib menyumbangkan potensinya dalam gerakan pembangunan tersebut

Kelembagaan ekonomi dikembangkan sesuai dinamika kemajuan ekonomi dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintah daerah yang baik; menjaga persaingan usaha secara sehat dan perlindungan konsumen; mendorong pengembangan standarisasi produk dan jasa untuk meningkatkan daya saing; merumuskan strategi dan kebijaksanaan pengembangan teknologi sesuai dengan pengembangan ekonomi daerah; dan meningkatkan daya saing usaha mikro,  kecil dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga menjadi bagian integral dari keseluruhan kegiatan ekonomi dan memperkuat basis ekonomi daerah.
 Pengembangan UMKM diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi yang semakin berbasis iptek, dan berdaya saing dengan produk impor khususnya dalam penyediaan barang dan jasa kebutuhan masyarakat banyak, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonomian daerah. Untuk itu, pengembangan UMKM dilakukan melalui peningkatan kompetensi perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas yang didukung dengan upaya peningkatan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, pengembangan UMKM secara nyata akan berlangsung terintegrasi dalam modernisasi agribisnis dan agroindustri, termasuk yang mendukung ketahanan pangan, serta perkuatan basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan alih teknologi, dan peningkatan kualitas SDM.
Yang perlu diperhatikan, suatu program atau perencanaan strategi haruslah dilaksanakan secara integrasi, yaitu tidak dilaksanakan oleh hanya satu pihak saja. Program disusun sebagai acuan pemerintah daerah agar upaya pemberdayaan berjalan tepat sasaran, meliputi: tepat waktu, tepat lokasi, tepat jumlah, dan tepat kualitas. Pemberdayaan UMKM guna pengembangan ekonomi dan dunia usaha memerlukan data dan informasi berupa kondisi aktual struktur jenis usaha dan iklim usaha yang ada dimasyarakat, agar kebijakan yang diambil dapat efektif. Berdasarkan latar belakang seperti yang sudah dikemukakan, maka penelitian ini dilakukan. Selanjutnya, data dan informasi  tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mengembangkan ekonomi dan dunia usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara.
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana profile usaha Emping Jagung ?
2.      Apa saja bahan dan peralatan yang digunakan ?
3.      Bagaimana cara pembuatan Emping Jagung ?

1.3   TUJUAN MASALAH
1.      Menjelaskan profile usaha Emping Jagung.
2.      Mengetahui bahan dan peralatan yang digunakan.
3.      Menjelaskan proses cara pembuatan Emping Jagung.






BAB 2
PEMBAHASAN
PROFILE UMKM DESA SINGOCANDI
1.      Makanan Ringan Emping Jagung
VISI                : Mendapatkan keuntungan yang banyak dari bisnis ini dan bisa             mencukupi kebutuhan keluarga.
MISI               : Mengenalkan hasil olahan dari jagung yaitu emping jagung, keseluruh Kota Kudus agar Desa Singocandi lebih terkenal dengan hasil olahan tersebut.
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKEaf7OI6NbWccJR6X3jhakFMTBHQnN0XCAZbVaRIphnAYqCwL 
Nama pemilik              : Bapak H.Toyyib
Nama UMKM             : Dyah Ayu Amallia
Alamat                        : Singocandi Rt 04/02
Produk usaha              : Emping Jagung (Marning)                                                                          
Merek                          : “DUA MERPATI”
Tahun berdiri               : 1981
Modal awal                 : Modal dari tabungan sendiri
Jumlah karyawan        : 15 Perempuan  : 9
                                           Laki-laki      : 6
                                         (Pendidikan rata-rata tamatan SMP dan SMA)

Omset                          : Rp 500.000 /hari
                                          500.000 x 26 hari = Rp 13.000.000


Beban pengeluaran      :           1. Membayar beban gaji @23000
                                                2 Membeli bahan baku                       
                                                 
Wilayah pemasaran  :  Sekitar Kabupaten Kudus

Cara pemasaran         : 1. Dengan membuka toko dirumah dan toko di dekat kota  
                                  2. Bakul datang sendiri ke pabrik pembuatan
                                  3. Pembeli datang langsung ke pabrik pembuatan
                                  4. Selain emping jagung banyak juga  yang dibuat di pabriknya      
                                     misalnya, makaroni, unter-unter, semprit, kacang polong, talas,                kripik singkong dll.

Kendala                     : Pada saat hujan tidak bisa mengeringkan jagung dengan sempurna,      hasilnya kurang memuaskan, begitupun kayu bakarnya kalau basah.
                                    Banyak saingan disekitar desa singocandi






Bahan dan peralatan
Bahan baku :
1.      Jagung
2.      Cabe
3.      Gula
4.      Kayu bakar
5.      Minyak goreng

Peralatan :
1.      Kompor besar
2.      Panci besar
3.      Wajan besar
4.      Pempipihan
5.      Penyaringan dll.










Cara pembuatan Emping Jagung :
1.      Menyeleksi jagung yang kualitasnya, bentuk, dan warnanya yang baik. Jangan sampai memilih yang jamuran.
2.      Mencuci jagung hingga bersih, jangan sampai ada benda atau bahan lain yang ada didalamnya.
3.       Lalu jagung direbus tambah kapur 2-4% selama satu jam.
4.      Setelah matang jagung tadi dicuci dengan air bersih, biar zat kapur didalamnya hilang.
5.      Jagung dikukus selama 1 jam.
6.      Setelah matang jagung yang sudah di kukus lalu d gencet/ di pipihkan pada saat jagung dalam keadaan panas, biar mudah digencet kalo dalam keadaan panas.
7.      Jagung yang sudah di gencet lalu di jemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari (kalau cuacanya mendukung).
8.      Setelah kering jagung tersebut digoreng dengan bumbu-bumbu yang diingikan.









BAB 3
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan masyarakat dalam suatu wilayah, pada era otonomi daerah unit wilayah tersebut dapat berupa desa atau kelurahan. Agar UMKM tersebut dapat berjalan dengan baik, maka masyarakat harus mendapatkan umpan balik dari kegiatan produktif yang dilakukannya. Berkaitan dengan aktivitas ekonomi, umpan balik berarti peningkatan pendapatan atau memberikan nilai tambah. Sehingga merangsang kegiatan produktif yang dilakukan oleh masyarakat secara tradisional (secara terus menerus telah biasa mereka lakukan).

Makalah Kripik Tempe



BAB I
Pendahuluan

1.     Latar Belakang
Sekarang ini banyaknya pengangguran di Indonesia diakibatkan kurang tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai sehingga diperlukannya terobosan-terobosan baru dalam menciptakan peluang kerja. Namun, bukan hal yang mudah bagi masyarakat untuk menciptakan peluang-peluang tersebut dikarenakan kurangnya pendidikan serta keterampilan. Salah satu alternative yang paling banyak dilakukan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Sebenarnya usaha kecil-kecilan tersebut sudah membuka peluang usaha yang besar apabila dikelola dengan baik. Pada kenyataannya tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Hal ini dikarenakan kurangnya keterampilan dalam menentukan peluang usaha dengan kondisi daerah yang dijadikan sasaran dalam berusaha. Tentunya diperlukan keterampilan membaca peluang usaha sehingga usaha yang akan dijalani sesuai dengan permintaan sasaran dalam berusaha.
Di Kabupaten Pati, salah satu peluang usaha yang masih terbuka lebar adalah usaha di bidang makanan ringan. Hal ini dilihat dari tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Namun, penggunaan bahan-bahan yang sering ditemukan di Kabupaten Kudus dengan kapasitas yang banyak seperti talas jarang digunakan. Selama ini pemanfaatan talas terbatas sehingga tidak jarang dijadikan makanan ternak dikarenakan rendahnya harga jual talas. Selain itu, produk olahan talas yang ada cenderung menimbulkan kejenuhan masyarakat dikarenakan kurangnya inovasi dalam kualitas rasa dari produk olahan yang ada selama ini. Untuk itu diperlukannya produk alternative agar dapat memenuhi permintaan masyarakat.
Dengan adanya produk olahan dari talas berupa keripik Tempe aneka rasa ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternative bagi masyarakat sebagai produk cemilan yang memiliki nilai gizi yang tinggi baik gizi yang berasal dari talas. Selain itu dapat meningkatkan nilai ekonomis dari talas dan dapat menjadi salah satu alternative peluang usaha sehingga akan terciptanya lapangan pekerjaan baru.

2.     Rumusan masalah

Ø  Bagaimana cara membuat kripik tempe yang benar?
Ø  Apa kendala dalam melaksanaan usaha ini?

3.     Tujuan

Kunjungan perusahaan toko yang dilakukan pada hari kamis, 3 Januari 2015 salah satunya dalam rangka pembuatan makalah mata kuliah pengantar manajemen.
Disamping itu ,diadakannya kunjungan perusahaan ini bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan baru kepada para mahasiswa mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dilapangan terkait dengan proses perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengontrolan kepada suatu perusahaan / toko sehingga mahasiswa tidak hanya memahami informasi dari sumber buku saja, akan  tetapi dapat membandingkannya dengan kejadian langsung dilapangan.




4.     Landasan Teori

Kewiraswastaan merupakan kemauan seseorang untuk memulai suatu usaha dan ingin menjadikan usaha tersebut berhasil dan semakin berkembang meskipun dengan berbagai risiko yang ada. Sedangkan orang yang memiliki suatu kemampuan untuk melakukan kewiraswastaan tersebut ialah wiraswastawan. Seseorang dapat dikatakan sebagai wiraswastawan apabila memiliki pengetahuan dengan tingkat penalaran yang baik, memiliki keterampilan untuk menciptakan sesuatu karya, dan memiliki kewaspadaan dalam menghadapi situasi yang akan datang.

Banyak wiraswastawan yang memulai aktivitas usahanya melalui usaha atau perusahaan kecil sebelum nantinya berkembang menjadi usaha atau perusahaan besar. Pada umumnya, setiap perusahaan, baik perusahaan kecil ataupun perusahaan besar memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan dari usaha kecil ialah modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar namun kekurangannya ialah tingkat keuntungan yang diperoleh tentu tidak terlalu besar dan kelanjutan usaha masih dipertanyakan apakah nantinya akan berkembang menjadi usaha besar atau malah sebaliknya.

Sebenarnya banyak bidang usaha yang memberikan kesempatan untuk melakukan usaha tentunya dengan tingkat perolehan keuntungan dan risiko yang berbeda. Salah satunya ialah usaha kripik tempe. Memang awalnya terdengar kurang menjanjikan, namun jika terus dikembangkan untuk mengikuti persaingan dagang dalam pasar bebas maka tidak menutup kemungkinan untuk berkembang menjadi perusahaan besar. Contohnya ialah dengan melakukan promosi-promosi, memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen, dan sebagainya. Dengan begitu, perusahaan kripik tempe tersebut pun dapat semakin menyebar luas dalam masyarakat.




5.     Metode Penulisan

Metode penulisan yang saya gunakan dalam penulisan makalah saya ini adalah metode wawancara, yaitu langsung mewawancarai pemilik perusahaan itu sendiri.


6.     Manfaat

Manfaat dari penulisan makalah ini secara tidak langsung adalah  dapat mengetahui wirausaha di sekitar daerah kita, selain itu manfaat lainnya adalah dapat memotifasi para pembaca makalah ini dalam berwirausaha melalui perusahaan yang telah saya wawancarai.








BAB.II
PEMBAHASAN



1.      Profil Usaha

Nama Usaha                                        : Kripik Tempe Bu Sukarni
Alamat                                                : Jln. Pati-Tlg.Wungu Km
Nama Pemilik                                      : Bu Sukarni
Tahun Berdiri                                      : 1992
Modal usaha pertama                          : Rp. 35.000
Harga produk 1 pcs                             : Rp. 3.000 @ 1 isi 9 biji
Keuntungan dalam satu bulan            : ± Rp. 2.000.000
Jumlah pegawai                                   : 3 orang



a.      Riwayat perusahaan

Kripik Tempe Bu Sukarni adalah usaha rumah tangga yang bergerak di pembuatan keripik tempe yang berdiri sejak januari 1992


b.      Visi dan misi perusahaan

1.      Visi

o   Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.

2.      Misi

o   Memberikan kualitas yang terbaik
o   Memberikan pelayanan yang terbaik
o   Membuka peluang kerja











2.      PEMASARAN


a.    Lingkungan Usaha

1.   Lokasi usaha terdapat di tempat yang tidak strategis sehingga tidak mudah konsumen untuk membeli
2.   Tingkat konsumsi yang tinggi sehingga harga menjadi meningkat


b.    Kondisi pasar

Terdapat banyak persaingan dalam perdagangan ini, karena mudahnya proses pembuatan kripik tempe ini dan mudah dalam mencari bahan-bahan pokoknya.


c.     Saluran distribusi

Penyaluran / pemasaran / penjualan kripik tempe ini bisa dilakukan secara langsung dengan cara menitipkannya ke warung-warung, kios-kios serta toko yang terdapat di sekitarnya dan khususnya ke beberapa warung yang ramai dan strategis. Kripik tempe ini pun juga dapat dibeli oleh masyarakat sekitar dengan mendatangi ke tempat pembuatannya secara langsung.







d.    Sarana & Prasarana

- Tanah
-  Bangunan / tempat produksi
-  Alat hitung / kalkulator
- Peralatan memasak, khususnya untuk memasak kripik tempe
-  Kantor dan tempat penyimpanan kripik tempe


e.    Bahan baku dan produksi

                     -    Tempe
                     -    Tepung
                     -    Bawang merah & putih
                     -    Minyak goreng
                     -    Bumbu penyedap


f.      Alat pembuatan

1)        Wajan
2)        Daun pisang
3)        Tampah
4)        Tompo
5)        Sodel
6)        Serok
7)        Baskom
8)        Munthu,dan
9)        Lemper


g.    Cara Pembuatan

1.      Pertama bahan-bahan yang sudah disiapkan seperti tempe yang di tiriskan tipis-tipis,kemudian tepung beras,tepung gaplek,bumbu-bumbu sepertti garam,bawang putih,ketumbar,kemiri,moto,serta minyak goring.

2.      Kedua,siapkan lemper dan munthu untuk menghaluskan bumbu-bumbu tersebut.Setelah halus,bumbu-bumbu tersebut di maskan ke dalam baskom yang berisi tepung beras,tepung gaplek kemudian di beri air dan di aduk-aduk sampai merata.


3.     Selanjutnya,siapkan wajan dan beri minyak untuk proses penggorengan.Setelah minyak sudah panas,baru masukkan tempe tersebut ke dalam wajan yang berisi minyak tadi.Tunggu tempe tersebut hingga matang,dan jangan lupa di bolak-balik agar tempe tidak gosong.Setelah matang,tempe tersebut diangkat dan ditiriskan,begitu setersunya sampe penggorengan tempe yang terakhir.









h.    Kegunaan Tempe Kripik

Di dalam semua industri tentu kita ketahui kegunaan-kegunaan barang yang di hasilkannya.Di dalam industri tempe kripik ini menghasilkan tempe kripik yang siap saji.Adapun kegunaannya adalah sebagai berikut:

1)        Sebagai makanan camilan
Tempe kripik di artikan sebagai makanan camilan karena cara mengkonsumsinya tanpa menggunakan nasi dan hanya di konsumsi sebagai makanan sampingan saja.

2)        Sebagai lauk
Tempe kripik di artikan sebagai lauk karena cara mengkonsumsinya menggunakan nasi.Tempe kripik juga sangat baik di gunkan sebagai lauk,karena memiliki kadar protein yang tinggi. Akan tetapi,sebagian besar masyarakat mengkonsumsi tempe kripik bukan sebagai lauk tetapi sebagai makanan camilan.

i.       Tenaga kerja

Tenaga kerja yang di butuhkan dalam pembuatan kripik tempe ini adalah 3 orang dan mendapatkan gaji per orang Rp. 25.000 per hari + makan siang






j.       Biaya proses produksi

Biaya yang di butuhkan dalam sekali proses produksi untuk pembelian tempe, tepung, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan bumbu penyedap mengeluarkan biaya sekitar Rp. 500.000,-














BAB. III
ASPEK KEUANGAN


1.   Modal persiapan

Modal usaha untuk biaya pembuatan kripik tempe Bu Sukarni di peroleh dari beberapa sumber modal antara lain :
a. Modal sendiri.... ....................................Rp.     1.000.000
b.  Modal bantuan yang di harapkan...........Rp.     2.000.000
Jumlah .............................................Rp.     3.000.000


2.   Biaya investasi atau oprasional

Biaya investasi atau jumlah uang yang di butuhkan dalam sekali produksi
  Gaji ............................................   Rp.        1.800.000
  Transportasi ..............................    Rp.           500.000
  Listrik .......................................    Rp.           100.000
  Lain-lain......................................  Rp.           200.000
             Jumlah                                                  Rp.       2.600.000






3.   Proyeksi keuntungan yang di peroleh

  Penjualan kripik tempe ...................      Rp. 5.000.000
  Pembelian .....................................       (Rp.   400.000)
                                                                 Rp. 4.600.000
  Biaya oprasional .............................. (Rp.   2.600.000)
  Laba bersih .................................... .  Rp.   2.000.000












BAB.IV
PENUTUP


KESIMPULAN
            Kesimpulan dari hasil pembuatan makalah saya ini, perusahaan adalah suatu satuan ekonomi yang bertujuan menyelenggarakan sebagian dari proses produksi masyarakat guna memperoleh laba atau penghasilan. Perusahaan pun juga mengatur mengenai proses manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengontrolan, bagaimana memperoleh bahan baku dengan mudah dan dengan biaya yang rendah, serta perusahaan dapat memasarkan hasil produksinya, sehingga dari semua unsur di atas jika dapat dilakukan dengan baik maka akan memuaskan setiap konsumen barang atau makanan yang dihasilkan perusahaan itu, khususnya kripik tempe yang dipasarkan oleh perusahaan ini.



SARAN
1.    Dalam pemasarannya mungkin dapat lebih diserbaluaskan sehingga perusahaan ini dapat terus berkembang dan juga akan mendapat keuntungan yang berlipat
2.    Perlunya inovasi dalam pembuatan keripik tempe yang disukai oleh konsumen sehingga menambah tingkat penjualan dan keuntungannya pula
LAMPIRAN