coba

Monday, 22 June 2015

Makalah konveksi tas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Sekarang ini banyak sekali berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sedang dirintis oleh sekelompok orang yang ingin mempunyai nilai lebih secara ekonomi. Pemerintah pun telah siap untuk membina bahkan membantu dalam segi dana bagi mereka yang memang ingin mengembangkan usahanya
Seperti halnya yang di desa undaan kidul terdapat usaha konveksi tas rumahan yang sedang digeluti oleh bapak agus beserta keluarga. Walaupun hanya tas sekolah saja yang sedang dijalankan namun usaha yang telah dirintis mulai tahun 2004 dengan mengontrak rumah untuk tempat tinggal dan usaha konveksi tas ini belum sepenuhnya mencapai kesuksesan, banyak sekali hambatan yang dialami. Dalam kurun waktu 5 tahun usaha yang baru dikembangkan ini akhirnya tidak mencapai hasil yang diinginkan dan semakin lama surut juga diawal tahun 2009. Hal ini disebabkan karena banyaknya persaingan didunia usaha konveksi tas dan modal yang tidak cukup banyak sehingga usaha ini akhirnya jatuh juga.
Setelah bertahun tahun mencoba usaha yang lain tetapi tidak juga berhasil mengembangkannya. Di tahun 2011 bapak agus dan keluarga mencoba kembali untuk memproduksi tas, namun yang diproduksi bukan tas sekolah lagi melainkan tas cewek. Berbagai cara telah diupayakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan usaha ini akhirnya megalami peningkatan dan pengembangan produksi.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan dibahas adalah :
1.      Pengertian konveksi?
2.      Mengapa memilih tas cewek?
3.      Bagaimana proses membuat tas cewek?
4.      Apa hambatan yang dialami pengusaha tas?




1.3 TUJUAN PENULISAN
Berhubungan dengan rumusan masalah yang dihadapi, maka makalah ini bertujuan :
1.      Mengetahui pengertian konveksi.
2.      Mengetahui mudah dan susahnya pembuatan tas cewek.
3.      Mengetahui proses pembuatan tas cewek.
4.      Mengetahui hambatan yang dialami pengusaha tas.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian konveksi
Tidak banyak yang tahu dari mana asalnya arti kata konveksi yang sebenarnya. Sebagian orang hanya mengartikan konveksi sebagai kegiatan proses produksi barang dalam skala besar namun tidak lebih besar daripada garment. Konveksi mempunyai skala di bawah 10 ribu per bulan sedangkan garment memilki skala di atas itu. Pakar Konveksi bukanlah konveksi dengan skala hingga mendekati garment. Pakar Konveksi tetap memegang teguh skala produksi kecil hanya demi menjaga kepercayaan konsumen kepada Pakar Konveksi. Namun Pakar Konveksi ingin berkembang menjadi garment jika Allah mengizinkan, karena Pakar Konveksi tidak takut terhadap pajak.
Kembali ke pokok pembahasan kita. Konveksi sebenarnya adalah kata Ilmiah dalam Ilmu Fisika. Konveksi ialah pergerakan molekul pada cairan, gas dan juga rheid. Konveksi tidak dapat terjadi pada benda padat karena pada benda padat hal ini disebut dengan difusi.Konveksi merupakan cara perpindahan panas dan juga massa utama. Perpindahan tersebut terjadi melalui difusi dan juga adveksi. Kata konveksi biasa digunakan untuk mengistilahkan media perpindahan panas.
Konveksi yang dalam istilah fisika lalu diadaptasi oleh garment untuk menciptakan istilah konveksi. Konveksi sendiri adalah istilah yang digunakan garment untuk memindahkan kontrak kerja yang mereka miliki kepada manufaktur-manufaktur skala kecil yang kemudian biasa disebut dengan konveksi.
Konveksi merupakan usaha mikro kecil dan menengah atau orang-orang juga sering menyebutnya industri rumahan. Pada usaha ini, tidak hanya baju yang dibuat oleh pelaku usaha konveksi tapi bermacam-macam. Contohnya : konveksi tas, topi, jaket, dan masih banyak yang lain. Pada umumnya, pengusaha konveksi mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar pada momen-momen tertentu saja, seperti menjelang lebaran, pilkada (membuat seragam partai). Dan pergantian tahun ajaran baru (membuat seragam sekolah). Konveksi adalah bagian dari garment atau industri rumahan yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs per bulannya.
2.2   Mudah dan susahnya pembuatan tas cewek
Pada dasarnya konveksi hampir sama saja proses pembuatan barang jadinya. Seperti pada konveksi tas, jaket, kaos dan masih banyak lagi yang lain. Mudah sulitnya barang yang dibuat tergantung model barang yang akan dibuat. Untuk pembuatan tas sendiri bapak agus dan keluarga mengungkapkan lebih mudah membuat tas cewek dari pada tas sekolah. Selain bahannya yang hampir sama, harga jual dari tas itu sendiri relatif lebih mahal dibandingkan dengan tas sekolah yang sudah pernah ditekuninya. Dengan modal produksi Rp.2.000.000,00 sampai RP.3.000.000,00 perminggunya bapak agus mendapat keuntungan sebanyak 30%.

2.3   Proses pembuatan tas cewek
Dalam pembuatan tas cewek ini prosesnya cukup mudah tidak terlalu sulit. Adapun hal-hal yang diperlukan meliputi :
·         Bahan : kain imitasi jenis ferari dan imitasi pasir, furing dan lem.
·         Alat : mesin jahit, pemotong kain, palu.
·         Aksesoris : resleting, ring, tali rantai
Pada proses pembuatan tas, kita harus membuat pola sesuai dengan model yang diinginkan kemudian kain dipotong menurut garis yang sudah dibuat menggunakan pemotong kain khusus. Setelah dipotong lalu dilem, kemudian ke proses penjahitan untuk merekatkan bagian yang dipotong sekaligus membentuk bagian demi bagian tas. Untuk proses selanjutnya ditempelkan aksesoris guna mempercantik tas sehingga menambah minat untuk membeli

2.4  Hambatan yang dialami pengusaha tas
Setiap usaha pasti ada hambatan yang akan dialami oleh para pemilik usaha tersebut. Pada usaha konveksi tas milik bapak agus dan keluarga ini juga mengalami beberapa hambatan, antara lain dalam segi bahan dan pemasaran.
Dalam mencari bahan bapak agus sedikit mengalami kesulitan karena bahan yang didapat belum tentu ada dalam satu tempat dan juga harga bahan yang relatif tidak murah semuanya. Agar tidak membebani biaya produksi maka bapak agus harus mencari tempat lain yang mempunyai harga bahan yang lebih murah dan kualitas bahan yang lebih bagus. Begitu juga dengan aksesoris yang didaerah Kudus tidak ada,dia harus mencari di kota lain, seperti di Semarang, Solo bahkan Jakarta.
Untuk tempat pemasaranpun bapak agus juga mengalami kesulitan, dia harus memikirkan pasar yang mau membeli barang jadi atau tas cewek ini dalam jumlah yang banyak. Sehingga keuntungan yang dia peroleh juga akan semakin banyak. Saat ini banyak agus hanya mempunyai 2 grosir yang mampu menampung dan membeli hasil produksi tasnya, yaitu di Grosir Solo dan didaerah Jawa Timur dengan cara dikirim sendiri menggunakan mobil pribadi. Hambatan itu pun semuanya bisa dilewati dengan ketelitian, keuletan dan kerja keras yang sesuai dengan hasil yang diperoleh.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada umumnya sangatlah membantu perekonomian rakyat dan juga menambah pemasukan daerah. Konveksi adalah bagian dari garment atau industri rumahan yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs per bulannya.
Untuk memulai usaha konveksi tas  ini memang dibutuhkan tekat yang kuat, keuletan dan kegigihan yang terus menerus sehingga dapat mendorong untuk terus mengembangkan usaha ini.
B.     SARAN
Sebagaimana kita telah ketahui dari pembahasan diatas, maka untuk memiliki usaha konveksi dibutuhkan bahan baku dengan harga yang murah dan kualitas yang bagus serta memiliki pasar yang cukup luas agar sesuai dengan hasil yang diharapkan.

No comments:

Post a Comment