BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sekarang ini banyak sekali
berkembangnya Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sedang dirintis oleh
sekelompok orang yang ingin mempunyai nilai lebih secara ekonomi. Pemerintah
pun telah siap untuk membina bahkan membantu dalam segi dana bagi mereka yang
memang ingin mengembangkan usahanya
Seperti
halnya yang di desa undaan kidul terdapat usaha konveksi tas rumahan yang
sedang digeluti oleh bapak agus beserta keluarga. Walaupun hanya tas sekolah
saja yang sedang dijalankan namun usaha yang telah dirintis mulai tahun 2004 dengan
mengontrak rumah untuk tempat tinggal dan usaha konveksi tas ini belum
sepenuhnya mencapai kesuksesan, banyak sekali hambatan yang dialami. Dalam
kurun waktu 5 tahun usaha yang baru dikembangkan ini akhirnya tidak mencapai
hasil yang diinginkan dan semakin lama surut juga diawal tahun 2009. Hal ini
disebabkan karena banyaknya persaingan didunia usaha konveksi tas dan modal
yang tidak cukup banyak sehingga usaha ini akhirnya jatuh juga.
Setelah
bertahun tahun mencoba usaha yang lain tetapi tidak juga berhasil
mengembangkannya. Di tahun 2011 bapak agus dan keluarga mencoba kembali untuk
memproduksi tas, namun yang diproduksi bukan tas sekolah lagi melainkan tas
cewek. Berbagai cara telah diupayakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dan usaha ini akhirnya megalami peningkatan dan pengembangan produksi.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
permasalah yang akan dibahas adalah :
1.
Pengertian konveksi?
2.
Mengapa memilih tas
cewek?
3.
Bagaimana proses
membuat tas cewek?
4.
Apa hambatan yang dialami
pengusaha tas?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Berhubungan dengan rumusan masalah yang dihadapi, maka makalah ini
bertujuan :
1.
Mengetahui pengertian
konveksi.
2.
Mengetahui mudah dan
susahnya pembuatan tas cewek.
3.
Mengetahui proses
pembuatan tas cewek.
4.
Mengetahui hambatan
yang dialami pengusaha tas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian konveksi
Tidak banyak yang tahu dari mana asalnya arti kata
konveksi yang sebenarnya. Sebagian orang hanya mengartikan konveksi sebagai
kegiatan proses produksi barang dalam skala besar namun tidak lebih besar
daripada garment. Konveksi mempunyai skala di bawah 10 ribu per bulan sedangkan
garment memilki skala di atas itu. Pakar Konveksi bukanlah konveksi dengan
skala hingga mendekati garment. Pakar Konveksi tetap memegang teguh skala
produksi kecil hanya demi menjaga kepercayaan konsumen kepada Pakar Konveksi.
Namun Pakar Konveksi ingin berkembang menjadi garment jika Allah mengizinkan,
karena Pakar Konveksi tidak takut terhadap pajak.
Kembali ke pokok pembahasan kita. Konveksi
sebenarnya adalah kata Ilmiah dalam Ilmu Fisika. Konveksi ialah pergerakan
molekul pada cairan, gas dan juga rheid. Konveksi tidak dapat terjadi pada
benda padat karena pada benda padat hal ini disebut dengan difusi.Konveksi
merupakan cara perpindahan panas dan juga massa utama. Perpindahan tersebut
terjadi melalui difusi dan juga adveksi. Kata konveksi biasa digunakan untuk
mengistilahkan media perpindahan panas.
Konveksi yang dalam istilah fisika lalu diadaptasi
oleh garment untuk menciptakan istilah konveksi. Konveksi sendiri adalah
istilah yang digunakan garment untuk memindahkan kontrak kerja yang mereka
miliki kepada manufaktur-manufaktur skala kecil yang kemudian biasa disebut
dengan konveksi.
Konveksi merupakan usaha mikro kecil
dan menengah atau
orang-orang juga sering
menyebutnya industri rumahan. Pada usaha ini, tidak hanya baju yang dibuat oleh
pelaku usaha konveksi tapi bermacam-macam. Contohnya : konveksi tas, topi,
jaket, dan masih banyak yang lain. Pada umumnya, pengusaha konveksi mendapatkan
pesanan dalam jumlah yang besar pada momen-momen tertentu saja, seperti
menjelang lebaran, pilkada (membuat seragam partai). Dan pergantian tahun
ajaran baru (membuat seragam sekolah). Konveksi adalah bagian dari garment atau
industri rumahan yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs
per bulannya.
2.2 Mudah dan susahnya
pembuatan tas cewek
Pada
dasarnya konveksi hampir sama saja proses pembuatan barang jadinya. Seperti
pada konveksi tas, jaket, kaos dan masih banyak lagi yang lain. Mudah sulitnya
barang yang dibuat tergantung model barang yang akan dibuat. Untuk pembuatan
tas sendiri bapak agus dan keluarga mengungkapkan lebih mudah membuat tas cewek
dari pada tas sekolah. Selain bahannya yang hampir sama, harga jual dari tas
itu sendiri relatif lebih mahal dibandingkan dengan tas sekolah yang sudah
pernah ditekuninya. Dengan modal produksi Rp.2.000.000,00 sampai
RP.3.000.000,00 perminggunya bapak agus mendapat keuntungan sebanyak 30%.
2.3 Proses pembuatan
tas cewek
Dalam pembuatan tas cewek ini
prosesnya cukup mudah tidak terlalu sulit. Adapun hal-hal yang diperlukan meliputi
:
·
Bahan : kain imitasi
jenis ferari dan imitasi pasir, furing dan lem.
·
Alat : mesin jahit,
pemotong kain, palu.
·
Aksesoris :
resleting, ring, tali rantai
Pada proses pembuatan tas, kita
harus membuat pola sesuai dengan model yang diinginkan kemudian kain dipotong
menurut garis yang sudah dibuat menggunakan pemotong kain khusus. Setelah
dipotong lalu dilem, kemudian ke proses penjahitan untuk merekatkan bagian yang
dipotong sekaligus membentuk bagian demi bagian tas. Untuk proses selanjutnya
ditempelkan aksesoris guna mempercantik tas sehingga menambah minat untuk
membeli
2.4 Hambatan yang dialami pengusaha tas
Setiap usaha pasti ada hambatan
yang akan dialami oleh para pemilik usaha tersebut. Pada usaha konveksi tas
milik bapak agus dan keluarga ini juga mengalami beberapa hambatan, antara lain
dalam segi bahan dan pemasaran.
Dalam mencari bahan bapak agus
sedikit mengalami kesulitan karena bahan yang didapat belum tentu ada dalam
satu tempat dan juga harga bahan yang relatif tidak murah semuanya. Agar tidak
membebani biaya produksi maka bapak agus harus mencari tempat lain yang
mempunyai harga bahan yang lebih murah dan kualitas bahan yang lebih bagus.
Begitu juga dengan aksesoris yang didaerah Kudus tidak ada,dia harus mencari di
kota lain, seperti di Semarang, Solo bahkan Jakarta.
Untuk tempat pemasaranpun bapak
agus juga mengalami kesulitan, dia harus memikirkan pasar yang mau membeli
barang jadi atau tas cewek ini dalam jumlah yang banyak. Sehingga keuntungan
yang dia peroleh juga akan semakin banyak. Saat ini banyak agus hanya mempunyai
2 grosir yang mampu menampung dan membeli hasil produksi tasnya, yaitu di Grosir
Solo dan didaerah Jawa Timur dengan cara dikirim sendiri menggunakan mobil
pribadi. Hambatan itu pun semuanya bisa dilewati dengan ketelitian, keuletan
dan kerja keras yang sesuai dengan hasil yang diperoleh.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) pada umumnya sangatlah membantu perekonomian rakyat dan juga menambah
pemasukan daerah. Konveksi adalah bagian dari garment atau industri rumahan
yang mempunyai skala produksi kecil, yaitu dibawah 10 ribu pcs per bulannya.
Untuk memulai usaha konveksi tas ini memang dibutuhkan tekat yang kuat,
keuletan dan kegigihan yang terus menerus sehingga dapat mendorong untuk terus
mengembangkan usaha ini.
B. SARAN
Sebagaimana kita telah
ketahui dari pembahasan diatas, maka untuk memiliki usaha konveksi dibutuhkan
bahan baku dengan harga yang murah dan kualitas yang bagus serta memiliki pasar
yang cukup luas agar sesuai dengan hasil yang diharapkan.
No comments:
Post a Comment